2.4.12

Mobilitas dan Imobilitas


Kebutuhan mobilitas dan imobilitas




Mobilitas adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas mudah, teratur dan mempunyai tujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup sehat (hal penting untuk kemandirian ).
Status mobilitas berkaitan dengan kesehatan mental dan efektif fisik tubuh:
·         Meningkatkan harga diri dan body image.
·         Mengatur sistem tubuh / aktivitas yang teratur.
·         Meningkatkan kesehatan .
·         Mencegah ketidakmampuan.
·         Memperlambat serangan penyakit.
Organ tubuh yang berperan dalam mobilitas/aktifitas :
1.Tulang
2.Otot dan Tendon
3.Ligamen
4.Sistem Saraf     
5.Sendi
            Jenis- Jenis Mobilitas :
1.Mobilitas penuh
Kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehigga dapat melakukan interaksi sosial dan menjalankan peran sehari-hari.
2.Mobilitas sebagian
Kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan jelas dan tidak mampu bergerak secara bebas karena dipengauhi oleh gangguan saraf motorik dan sensorik pada area tubuh.
Mobalitas sebagian di bagi menjadi 2:
1.Mobilitas sebagian temporer.
2.Mobilitas sebagian permanen.

Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas.
1.      Gaya Hidup
ü  Belajar beraktifitas dari lingkungan keluarga dan lingkungan di luar rumah.
ü  Kebiasaan berolah raga/ tidak berolah raga.
2.      Kebudayaan
ü  Pengaruh faktor budaya terhadap aktifitas, misalnya adanya larangan keluar kamar bagi calon pengantin wanita.
3.      Ketidak Mampuan / Penyakit
ü  Kelemahan otot atau fisik dan mental yang menghalang seseorang untuk melaksanakan aktifitas kehidupan.
ü  Ketidak mampuan primer yang secara langsung disebabkan oleh penyakit trauma.
ü  Ketidak mampuan sekunder oleh karena dampak dari akibat ketidak mampuan primer.   
4.          Tingkat Energi
ü  Bervariasi diantara individu
ü  Seseorang menghindar dari stressor untuk mempertahankan kesehatan fisik dan psikologi.
5.          Usia
ü  Mempengaruhi tingkat aktifitas dikaitkan dengan tingkat perkembangan sejak lahir sampai dengan usia lanjut.

Imobilitas adalah keadaan dimana seseorang tidaktidak dapat bergerak secara bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan. 

            Jenis – jenis Imobilitas :
1.Imobilitas fisik ( Ketidakmampuan dalam melakukan gerakan fisik)
2.Imobilitas intelektual ( Ketidakmampuan masalah keilmuan)
3.Imobilitas emosional (Ketidakmampuan mengatur/mengontrol emosi)
4.Imobilitas sosial (Ketidakmampuan dalam melakukan hubungan dengan orang  
   lain dan masyarakat)

Konsep dasar Imobilitas :
   3 ( Tiga) alasan terjadinya imobilitas:
1)      Pembatasan gerak yang sifatnya teraupetik
·         Injuri pada tungkai dengan lengan
·         pembedahan
2)      Pembatasan yang tidak dapat dihindari karena ketidakmanpuan primer
o   paralisis
3)      Pembatasan secara otomatis sehubungan dengan gaya hidup

Tingkat imobilitas
1.                                                                          Bervariasi
ü  Imobilitas secara konflik pada pasien tidak sadar
ü  Imobilitas secara parsial pada pasien fraktur kaki
ü  Pembatasan aktifitas karena alasan kesehatan pada pasien sesak napas 
2.                                                                           Bedrest
ü  Bedrest total adalah pasien tidak boleh bergerak dari tempt tidur dan tidak boleh pergi kekamar mandi / duduk dikursi.
ü  Bedrest adalah pasien istirahat ditempat tidur, kecuali ia pergi kekamar  mandi.
ü  Keuntungan dari bedrest : mengurangi kebutuhan sel tubuh terhadap O2 menyalurkan sumber energi untuk proses penyembuhan, mengurangi nyeri.

Klien / pasien dengan resiko
Faktor – faktor yang mempengaruhi peningkatan resiko terhadap masalah yang b.d imobilitas:
1.      Imobilitas pada area tubuh yang luas
2.      Riwayat imobilitas pada waktu yang lama
3.      Imobilitas pada pasien usila
4.      Menurunnya sensitivitas pasien terhadap suhu, nyeri dan tekanan
5.      Pasien  dengan masalah nutrisi
6.      Pasien tidak dapat  belajar mencegah masalah
7.      Pasien dengan imobilitas pada sisi tubuh dalam waktu lama

Respon fisiologis terhadap imobilitas :
1.      Muskulo Skelektal
o   Kekuatan otot menurun
o   Menurunnya masa otot
o   Disease osteoporosis akibat menurunnya aktivitas otot dan gangguan endocrine dan metabolisme
o   Kontraktur atau kekakuan pada sendi

2.      Cardiovaskuler
o   Vaskularisasi lambat 
o   Trombus meningkat karena gaya gravitasi darah terkumpul pada daerah yang rendah..
o   Beban kerja jantung meningkat sehingga terjadi peningkatan heart rate, cardiac out put, stroke volume.
o   Hipotensi orthostik/ postural, reflek,neurovaskuler meningkatkan  darah terkumpul pada vena bagian bawah tubuh dan berakibat aliran ke sistem pusat terlambat.  

3.      Respiratory
o   Ventilasi paru terganggu
o   Pergerakan dada dan ekspansi paru terbatas sehingga timbul nafas dangkal .
o   Aliran darah ke paru terganggu sehingga pertukaran gas menurun.
o   Lemahnya oksigen dan retensi CO2 dalam darah mengakibatkan terjadinya asidosis respiratory.
o   Sekresi muskus berlebihan, kental dan menempel sepanjang traktus respiratory mengakibatkan timbulnya pneumonia (kelemahan otot thorax menyebabkan muskus menjadi statis dan sekresi zat buangan terkumpul yang merupakan media perkembangannya bakteri / virus yang dapat menimbulkan infeksi traktus respiratory).
    
4.      Metabolik dan Nutrisi
o   Basal metabolic rate (BMR) menurun sehingga kebutuhan energi dalam tubuh tidak dapat terpenuhi mengakibatkan metabolisme / pergarakan gastrointestinal dan sekresi kelenjar digesti menurun.
o   Ketidak seimbangan proses anabolisme dan katabolisme sehingga nitrogen di eskresikan secara berlebihan menimbulkan kekurangan nitrogen
o   Intake kalium dan protein menurun dikarena adanya anoreksia sehingga menimbulkan mal nutrisi.             
                          
5.      Eliminasi Fecal
o   Mobilitas kolon dan peristaltic usus menurun menyebabkan spinter konstriksi sehingga tinbul konstipasi
o   Kelemahan otot skelektal akan mempengaruhi otot otot abdomen dan parenteral yang digunakan untuk defikasi
o   Penggunaan bedpan tidak dapat memfasilitasi eliminasi fecal.

6.      Urinaria
o   Pengaruh gravitasi menyebabkan pengosongan urine di ginjal dan vesika urinaria tidak maksimum (terjadi urin statis), menjadi media perkembang biaknya bakteri dan virus sehingga mengakibatkan terjadinya infeksi traktus urinarius.
o   Kelemahan otot abdomen menyebabkan retensi urine urine yang menimbulkan distensi kandung  kemih  dan menyebabkan terjadi pengumpulan kalsium dalam urine sehingga dapat menimbulkan renal calculi (batu ginjal).

7.      Integument
o   Elastilitas kulit menurun
o   Iskemik dan nekrositor superfisial yang dapat menimbulkan luka decubitus


Respon psikologis terhadap Imobilitas 
v  Perubahan sosial, emosional dan intelektual
Menurunannya input sensori dan lingkungan baru merupakan pengalaman yang menakutkan dan mencemaskan .
v   Perubahan dalam konsep diri dan persepsi peran terjadi jika individu menyadari kertergantungan
v  Perasaan tidak berharga, tidak berguna dan kesepian di ekspresikan dengan hostilitas, bingung, menarik diri dan apatis .
v  Kemampuan mengambil keputusan dan memecahkan masalah.

Penerapan Proses Keperawatan Pada Masalah Imobilitas
A .Pengkajian
1.      Sistem Muskolo Skelektal                                                                                                 
a. Kaji massa otot  Perubahan stuktur sendi, nyeri untuk bergerak                      b. Menurunnya kekuatan otot dan gangguan koordinasi.kekuatan otot dikaji pada 4 ekstrimitas ( Ekstrimitas atas kanan, ekstrimitas atas kiri, ekstrimitas bawah kanan, ekstrimitas bawah kiri). Score 1 (tidak dapat bergerak/tidak ad konstraksi otot), score 2 (hanya bisa menggerakkan jari-jari), score 3 (hanya dapat mengangkat tangan/kaki tapi tidak mampu menahan), score 4(gerakan terbatas dan dapat mengangkat tangan/kaki serta mampu menahannya), score 5 (dapat melakukan gerakan maksimal).  Contoh penulisan hasil pengkajian kekuatan otot :   5   5 
    5   5
1.      Sistem Cardiovaskuler
o   Kaji HR dan TD ( peningkatan HR dan penurunan TD saat perubahan posisi merupakan indikasi terjadinya hipotensi orthostatik).
o   Kaji gangguan sirkulasi perifer ( kekuatan nadi perifer menurun kulit dingin terutama pada tangan kanan dan kiri)
o   Kaji adanya thrombus (nyeri saat bergerak)
2.      Sistem Pernafasan :
o   Frekuensi pernafasan (RR)
o   Ada tidaknya sesak nafas/sumbatan jalan nafas
B. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul :
            a. Intoleransi aktifitas sehubungan dengan kurangnya suplay oksigen
            b. Kurangnya pemenuhan kebutuhan ADL (Aktifity Day Living)
                sehubungan dengan kelemahan fisik / pembatasan / penurunan tingkat  
                kesadaran
C. Intervensi/Rencana keperawatan
            a. Observasi pola aktifitas
            b. Bantu Aktifitas pasien
            c. Libatkan Keluarga dalam perawatan pasien
            d. Motivasi pasien untuk melaksanakan aktivitas mandiri yang bisa  
                dilakukan
            e. ROM(Range Of Motion)
            f. Beri posisi tidur yang nyaman sesuai kebutuhan pasien.
               (Folwer, Semi folwer, lithotomi dll)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar